Sebuah SMS Biasa

Standard

Lagi beberes file-file di laptop tiba-tiba aku nemuin tulisan-tulisan lamaku, ada yang fiksi dan ada juga yang curhatan. Sejak kecil, waktu SD lebih tepatnya aku suka nulis dari cerpen,novel sampai curhatan ringan. Sayangnya tulisanku di novel gak pernah ada endingnya, Bosen jadi penyakit kronis yang hampir selalu ada di aku. Novel-novelku cukup  dinikmati temen-temen sekolahku, ngeliat mereka suka itu bikin bahagia yang susah diungkapin.

Dari beberapa tulisanku di laptop, ada 2 tulisan yang temanya curhatan yang bikin aku senyum-senyum lagi bacanya. Aku share disini salah satunya ya, tulisan ini dibuat 30 November 2009.

Image

Minggu malam tepat jam 10 WIB, sejenak aku termenung ditemani segelas susu coklat panas dan dua buah tempe goreng. Pikiranku menerawang ke depan sementara diluar gemericik hujan seakan-akan mengerti bagaimana perasaanku saat ini. Yah, aku menghela nafas sekali lagi lalu meraih ponselku. Kulihat disana sebuah pesan “ Kakak, lagi apa? Kak, ade mau nanya kalo UM UGM sama SPMB persentase masuknya lebih gede mana? Soalnya jalur PBUPD FK UGM tambah mahal kak. Kasian papa. ade mau coba latian soal-soal UM dapetnya darimana yaa kak , adek bisa tembus FK gak yah kak?”, sebuah pesan dari adikku. Memang pesan biasa saja tapi membuatku terhenyak sebentar. Ini bulan apa? Bulan Desember !!! Tiba-tiba pikiranku tersedot ke belakang tepatnya ke 6 tahun silam, ke masa dimana aku masih memakai putih abu-abu.

Desember 2003

Kalau ada orang yang tanya apa jurusan yang akan aku ambil ketika kuliah nanti, dengan mantap aku jawab “ KEDOKTERAN UMUM”. Memang dari kecil aku ingin menjadi dokter. Itu tidak diragukan lagi semua keluarga sudah tahu aku ingin menjadi seorang dokter. Keinginanku makin bulat karena papa sering menceritakan kisah-kisah seorang dokter yang baik, mengajakku jalan-jalan ke lingkungan FK UGM setiap tahun saat kami mudik ke Yogyakarta. Papa selalu berkata “ Ini kampus kamu”, bahkan ucapan itu selalu aku dengar sejak aku kelas 6 SD. Dan sampai akhirnya aku mulai mengumpulkan berkas-berkas untuk mendaftar ke FK UGM melalui jalur PBUPD, bersama salah seorang temanku yang juga mempunyai tujuan yang sama. Semua itu didukung oleh papa baik dalam segi moril maupun materiil. Papa yang mendukungku 100 % untuk mengikuti jalur ini sebagai jaminan bahwa jalur ini lebih mudah karena tanpa tes. Hanya menjelaskan sedikit bahwa jalur PBUPD UGM adalah program kemitraan UGM dengan para Pemda dan Sekolah Menengah Umum se-Indonesia untuk mencari para bibit unggul yang dikiranya layak untuk masuk ke gerbang kenamaan Universitas Gadjah Mada dengan TANPA TES APAPUN, yang dilakukan disini hanyalah seleksi hasil akademik selama 3 tahun. Secara prosedural harusnya biaya masuk melalui jalur ini ( biaya termahal daripada jalur konvensional,yaa cukuplah untuk membeli satu mobil karimun estillo baru ) merupakan beasiswa dari Pemda atau Yayasan Sekolah setempat, berarti kan GRATIS TIS TIS, akan tetapi pada teknisnya banyak sekolah yang meminta swadana dari pihak orangtua yang bersangkutan dengan iming-iming kontribusi pihak sekolah yaitu berupa beasiswa uang saku kepada yang bersangkutan apabila IPK selama kuliah berhasil mencapai 3 ke atas. Begitulah , dengan antusias kujalani hari-hariku dengan mengumpulkan berkas-berkas tersebut. Jelas, 80% aku yakin diterima, karena pada saat itu alhamdulilah semua nilai-nilaiku memenuhi persyaratan dari FK UGM. Bulan ini yang kulakukan hanya mempersiapkan UAN. Setiap hari yang kukerjakan adalah soal-soal UAN bukan soal-soal UM atau ujian masuk universitas lain seperti anak-anak seumurku kebanyakan. Kupikir tidak perlu membeli buku-buku soal SPMB, UMPTN atau SIPENMARU dan tidak perlu bersusah-susah ikut bimbel.

Maret 2004

Dan akhirnya, aku sangat bersyukur, sangat lega, sangat puas karena menerima surat penerimaan diriku sebagai calon mahasiswa FK UGM. Tidak habis-habisnya aku mengucap syukur kepada Allah SWT, berterimakasih kepada kedua orangtuaku dan guru-guruku yang telah membantuku sehingga aku berhasil menjebol gerbang universitas kenamaan GADJAH MADA. Mungkin memang aku tidak perlu bersusah payah belajar untuk menghadapinya karena semua yang kulalui hanya tanpa tes. Aku memegang “Golden Lucky Ticket”. Aku berhasil..

Desember 2009

Pikiranku kembali, sekali lagi kubaca sms dari adikku. Ya Allah, aku tahu adikku belajar jauh lebih keras, jauh lebih semangat, jauh lebih berusaha mati-matian untuk mewujudkan cita-citanya. Setiap hari ia belajar, mengumpulkan soal-soal UMPTN, berlatih setiap hari. Harap-harap cemas, karena mungkin dia tidak berhasil mengikuti jalur PBUPD, tentunya bukan karena nilai akademiknya. Nilai-nilai akademiknya jelas lebih menjanjikan daripada nilai-nilaiku sewaktu SMA. Ketelitian dan keseriusannya jauh lebih patut diacungi jempol daripada kakaknya. Ya Allah, berikanlah kesempatan kepada adikku untuk memenuhi cita-cita mulianya, dengarkanlah doanya. Walaupun mungkin dia tidak seberuntung kakaknya, tapi berikanlah yang terbaik untuknya, Ya Allah. Entah bagaimana perasaanku sekarang, perlahan tetesan airmata jatuh di keyboard laptopku ini. Kuseka airmata, lalu kuambil kembali ponselku. Baik, yang bisa kulakukan skrg adalah selalu menyemangatinya dan selalu berdoa untuuknya. Kemudian kubalas smsnya “Dek, kakak lagi gak ngapa-ngapain. Adek tenang aja, kalo kita punya niat yang besar, Allah pasti bantu dengan cara apapun yang kita sendiri gak pernah nyangka. Insya Allah adek pasti bisa, jangan lupa doanya yang banyak yah. Kakak bakal bantu cariin soal-soalnya dan selalu ngedoain adek dari sini, love you :D”

Malampun makin larut…”

Jalan adikku bukan menjadi seorang dokter, tapi Allah memilihkan yang lebih baik untuk dia, saat ini adikku kuliah di Fakultas Teknik Industri Universitas Diponegoro Semarang melalui jalur SPMB dengan kerja kerasnya selama 1 tahun lewat bimbingan belajar dan segala halang rintang dan jalanan terjal yang telah kami lalui. Alhamdulillah adik kecilku sekarang sudah tumbuh jadi mahasiswa yang dengan nilai akademik yang baik dan aktif di kegiatan senat mahasiswa, dll. Sukses terus ya dek, doa Papa Mama dan Kakak selalu untuk adek.

Image

NB: maaf ya ceritanya lagi edisi malam sendu 😀

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s